Definisi Struktur sosial
Struktur sosial adalah suatu tatanan yang terdapat dalam masyarakat yang terdiri dari unsur-unsur pokok yang saling terkait satu sama lain dalam mewujudkan keteraturan sosial.
unsur-unsur pokok tersebut antaralain : kelompok sosial, lembaga sosial, nilai dan norma, pranata sosial, lapisan sosial, diferensiasi sosial,dll.
Bentuk Struktur Sosial yang mendasar adalah :
a. Diferensiasi Sosial, yaitu perbedaan-perbedaan masyarakat secara horizontal.
yang dibedakan atas :
1.Diferensiasi sosial berdasarkan Ras. yaitu masyarakat dibedakan atas dasar ciri fisik yaitu seperti warna kulit terdiri atas ras Negroid, Mongoloid dan Kaukasoid.
2.Diferensiasi sosial berdasarklan agama, yaitu berdasarkan kepercayaan dan keyakinan. di Indonesia terdapat 5 agama yang diakui pemerintah yaitu Islam, Kristen Katolik,Kristen Protestan, Hindu dan Budha.
3.Diferensiasi sosial berdasarkan Suku bangsa,yaitu masyarakat dibedakan berdasarkan komunitas budaya seperti daerah asal,bahasa dan keseniannya.
4.Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin atau Gender, yaitu masyarakat dibedakan atas pria dan wanita dimana kedudukan atau derajatnya adalah sama.
b. Stratifikasi sosial,yaitu pelapisan sosial masyarakat secra hierarkis.
berdasarkan sifatnya dibedakan atas :
1. sistem stratifikasi sosial tertutup
2. sistem stratifikasi sosial terbuka
3. sistem stratifikasi sosial campuran.
Stratifikasi sosial terbentuk karena adanya sesuatu yang dihargai oleh masyarakat seperti kekayaan, keturunan,kekuasaan, pendidikan,profesi dan penghasilan.
Selasa, 27 Juli 2010
Minggu, 18 Juli 2010
PKN KLs XI : MODUL I, Budaya Politik
Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya.
Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut :
1.Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain.
2.Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. Yang pertama menekankan pada isi atau materi, seperti sosialisme, demokrasi, atau nasionalisme. Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk, peranan, dan ciri-ciri budaya politik, seperti militan, utopis, terbuka, atau tertutup.
3.Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan.
4.Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup, tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan), sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau men¬dorong mobilitas), prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik).
Budaya politik berdasarkan Orientasinya
•Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah.
•Budaya politik kaula,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi.
•Budaya politik partisipan,yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif.
TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK
1. Berdasarkan Sikap Yang Ditunjukkan
Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks, menuntut kerja sama yang luas untuk memper¬padukan modal dan keterampilan. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap ”militan” atau sifat ”tolerasi”.
a.Budaya Politik Militan
Budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Bila terjadi kriris, maka yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan disebabkan oleh peraturan yang salah, dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi.
b.Budaya Politik Toleransi
Budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang.
Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan, maka hal itu dapat men-ciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. Kesemuanya itu menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampir selalu mengundang kerja sama.
Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan. Budaya Politik terbagi atas :
a. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut
Budaya politik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang. dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Usaha yang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan, bukan kebaikan. Pola pikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan mentalnya dan menolak atau menyerang hal-hal yang baru atau yang berlainan (bertentangan). Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi, jarang bersifat kritis terhadap tradisi, malah hanya berusaha memelihara kemurnian tradisi. Maka, tradisi selalu dipertahankan dengan segala kebaikan dan keburukan. Kesetiaan yang absolut terhadap tradisi tidak memungkinkan pertumbuhan unsur baru.
b. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif
Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga. Ia dapat melepaskan ikatan tradisi, kritis terhadap diri sendiri, dan bersedia menilai kembali tradisi berdasarkan perkembangan masa kini.
Tipe absolut dari budaya politik sering menganggap perubahan sebagai suatu yang membahayakan. Tiap perkembangan baru dianggap sebagai suatu tantangan yang berbahaya yang harus dikendalikan. Perubahan dianggap sebagai penyim¬pangan. Tipe akomodatif dari budaya politik melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan. Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna.
c. Berdasarkan Orientasi Politiknya
Realitas yang ditemukan dalam budaya politik, ternyata memiliki beberapa variasi. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik, maka setiap sistem politik akan memiliki budaya politik yang berbeda. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik yang setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Berdasarkan penggolongan atau bentuk-bentuk budaya politik, dapat dibagi dalam tiga model kebudayaan politik sebagai berikut :
Model-Model Kebudayaan Politik
Demokratik Industrial :
Dalam sistem ini cukup banyak aktivis politik untuk menjamin adanya kompetisi partai-partai poli-tik dan kehadiran pemberian suara yang besar.
Sistem Otoriter:
Di sini jumlah industrial dan modernis sebagian kecil, meskipun terdapat organisasi politik dan partisipan politik seperti mahasiswa, kaum in-telektual dengan tindakan persuasif menentang sis-tem yang ada, tetapi seba-gian besar jumlah rakyat hanya menjadi subyek yang pasif.
Demokratis Pra Industrial:
Dalam sistem ini hanya terdapat sedikit sekali parti-sipan dan sedikit pula keter-libatannya dalam peme-rintahan.
Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut :
1.Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain.
2.Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. Yang pertama menekankan pada isi atau materi, seperti sosialisme, demokrasi, atau nasionalisme. Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk, peranan, dan ciri-ciri budaya politik, seperti militan, utopis, terbuka, atau tertutup.
3.Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan.
4.Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup, tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan), sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau men¬dorong mobilitas), prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik).
Budaya politik berdasarkan Orientasinya
•Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah.
•Budaya politik kaula,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi.
•Budaya politik partisipan,yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif.
TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK
1. Berdasarkan Sikap Yang Ditunjukkan
Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks, menuntut kerja sama yang luas untuk memper¬padukan modal dan keterampilan. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap ”militan” atau sifat ”tolerasi”.
a.Budaya Politik Militan
Budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Bila terjadi kriris, maka yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan disebabkan oleh peraturan yang salah, dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi.
b.Budaya Politik Toleransi
Budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang.
Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan, maka hal itu dapat men-ciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. Kesemuanya itu menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampir selalu mengundang kerja sama.
Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan. Budaya Politik terbagi atas :
a. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut
Budaya politik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang. dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Usaha yang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan, bukan kebaikan. Pola pikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan mentalnya dan menolak atau menyerang hal-hal yang baru atau yang berlainan (bertentangan). Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi, jarang bersifat kritis terhadap tradisi, malah hanya berusaha memelihara kemurnian tradisi. Maka, tradisi selalu dipertahankan dengan segala kebaikan dan keburukan. Kesetiaan yang absolut terhadap tradisi tidak memungkinkan pertumbuhan unsur baru.
b. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif
Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga. Ia dapat melepaskan ikatan tradisi, kritis terhadap diri sendiri, dan bersedia menilai kembali tradisi berdasarkan perkembangan masa kini.
Tipe absolut dari budaya politik sering menganggap perubahan sebagai suatu yang membahayakan. Tiap perkembangan baru dianggap sebagai suatu tantangan yang berbahaya yang harus dikendalikan. Perubahan dianggap sebagai penyim¬pangan. Tipe akomodatif dari budaya politik melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan. Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna.
c. Berdasarkan Orientasi Politiknya
Realitas yang ditemukan dalam budaya politik, ternyata memiliki beberapa variasi. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik, maka setiap sistem politik akan memiliki budaya politik yang berbeda. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik yang setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Berdasarkan penggolongan atau bentuk-bentuk budaya politik, dapat dibagi dalam tiga model kebudayaan politik sebagai berikut :
Model-Model Kebudayaan Politik
Demokratik Industrial :
Dalam sistem ini cukup banyak aktivis politik untuk menjamin adanya kompetisi partai-partai poli-tik dan kehadiran pemberian suara yang besar.
Sistem Otoriter:
Di sini jumlah industrial dan modernis sebagian kecil, meskipun terdapat organisasi politik dan partisipan politik seperti mahasiswa, kaum in-telektual dengan tindakan persuasif menentang sis-tem yang ada, tetapi seba-gian besar jumlah rakyat hanya menjadi subyek yang pasif.
Demokratis Pra Industrial:
Dalam sistem ini hanya terdapat sedikit sekali parti-sipan dan sedikit pula keter-libatannya dalam peme-rintahan.
Sabtu, 07 November 2009
Sosiologi Kasus materi Penyimpangan Sosial (Kls VIII SMP)
Didalam kehidupan masyarakat ,sering kali terjadi bentuk-bentuk pelanggaran yang dikenal dengan penyimpangan sosial, coba anda berikan contoh kongkret penyimpangan sosial yang terjadi di lingkungan tempat tinggal anda,bagaimana pengaruhnya serta analisis solusi penyelesaiannya untuk menciptakan keteraturan sosial ? uraikan pendapat anda secara detail.
Rabu, 12 Agustus 2009
Pengaruh Lingkungan Terhadap Kepribadian Manusia
Kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik yang unik pada diri individu yang turut menentukan cara-cara penyesuaian dirinya dengan lingkungan. Pengaruh lingkungan cukup dominan dalam proses pembentukan kepribadian. Pengertian lingkungan disini sangat luas dan kompleks,mencakup lingkungan keluarga,sekolah,teman sebaya,tempat kerja,nilai-nilai,norma serta lingkungan fisik,sosial dan budaya. Lingkungan yang begitu luas dan kompleks itu mempengaruhi kehidupan sseorang sejak ia dilahirkan hingga akhir hayatnya.
Selasa, 17 Februari 2009
TERAPI Mengatasi Kecemasan
Salah satu problem universal manusia sejagat adalah kecemasan. Karena siapa pun dia,dimana pun adanya,dan apa pun agamanya,tak bisa luput darinya. Lantas bagaimana mengatasi kecemasan itu?. Berikut adalah beberapa kutipan dari M. Shalih al-Munjid tentang kiat atau terapi untuk lepas dari berbagai macam kecemasan,diantaranya adalah:
- Bersenjata dengan iman disertai amal shalih.
- Melihat pada pengampunan dosa,kesucian hati dan peningkatan derajat yang akan diperoleh seorang muslim ketika Ia ditimpa suatu musibah atau kesulitan dunia.
- Mengenal Hakikat kehidupan dunia.
- Meneladani Para Rasul dan orang-orang Shalih.
- Menjadikan akhirat sebagai puncak cita-cita.
- Pengobatan yang mujarab adalah mengingat mati.
- Berdoa kepada Allah SWT.
- Membaca Shalawat Nabi saw.
- Tawakal kepada Allah dan menyerahkan perkara kepada-Nya.
- Antusias terhadap sesuatu yang berguna,mengkonsentrasikan pikiran terhadap amal hari ini,melupakan perhatian terhadap masa yang akan mendatang dan kesedihan masa lalu.
- Memperbanyak Dzikir kepada Allah.
- Mengerjakan Sholat.
- Jihad di jalan Allah.
- Membicarakan nikmat Allah baik nikmat bathin maupun zhahir.
- Sibuk dengan berbagai pekerjaan atau ilmu yang bermanfaat.
- Melihat sisi-sisi positif berbagai peristiwa yang menampakkan sesuatu yang tidak disenangi.
- Menyadari nilai kehidupan yang sebenarnya,bahwa kehidupan ini sangat pendek dan bahwa waktu yang ada terlalu mahal untuk dihabiskan dalam kesedihan.
- Tidak menimbun pekerjaan atau kewajiban.
- Senantiasa mengantisifasi dan siap mental terhadap segala kemungkinan.
- Mengadu pada orang yang berilmu,meminta nasihat,dan bermusyawarah dengan mereka.
- Menyadari bahwa seelah kesulitan pasti datang kemudahan dan setelah kesempitan pasti datang kelapangan.
- Terapi dengan makanan yang dapat menentramkan hati.
Senin, 16 Februari 2009
Tirani Jiwa
Sebuah titian hidup...
Memang harus dijalani,dan harus tetap dijalani
Bagai misteri.. sulit tuk dijawab, dan tak mungkin terjawab
Tersembunyi,tak pasti dan bahkan enggan dimengerti
Hidup...
Bagai musim yang trus berganti dan bergulir menunggu waktu datang berganti
Kisah melaju bagai terpaan angin di musim gugur,
Membekukan tiap bait kata, ragu...
Menghantam pertahanan rasa yang mati rasa.
Bergemuruh,berderak menyapu airmata yang tlah kering karena kepedihan
Hingga menghapus dilema jiwa yang luruh bersama kehampaan.
Jika musimku berganti...
Ku mau, awan kan menghempas angin,
Mencabik gelora-gelora yang mengambang di relung hati
Membekukan kristal kepahitan hidup.
Hinaan,cercaan layakkah tuk dilontarkan pada deru ketidaktahuan,
Ambang ku tak terjejak,putih bersih sulit tuk digapai impian.
Jika musim ku berganti...
Ku mau asa kan terbang jauh mengikuti nurani suciku,
Luapan bahagia kan abadi tuk slamanya...
misteri bukan derudera,siksa,pahit,racun,bodoh,ambisi,serta khilaf.
Smoga ada matahariku...
Menyinari rapuhnya jiwa yang teriris sembilu,
Yang penuh dengan lara,terkoyak oleh bias dunia yang fana.
Ku mau hapus smua tirani jiwa yang mendamba bahagia yang hakiki,
Karena dalam sujudku, ada airmata dan asa yang gemilang.
Doa suci yang gemintang...
Berharap tirani jiwa berakhir,
Sesuai kasih sayang dan kehendak-Nya
Memang harus dijalani,dan harus tetap dijalani
Bagai misteri.. sulit tuk dijawab, dan tak mungkin terjawab
Tersembunyi,tak pasti dan bahkan enggan dimengerti
Hidup...
Bagai musim yang trus berganti dan bergulir menunggu waktu datang berganti
Kisah melaju bagai terpaan angin di musim gugur,
Membekukan tiap bait kata, ragu...
Menghantam pertahanan rasa yang mati rasa.
Bergemuruh,berderak menyapu airmata yang tlah kering karena kepedihan
Hingga menghapus dilema jiwa yang luruh bersama kehampaan.
Jika musimku berganti...
Ku mau, awan kan menghempas angin,
Mencabik gelora-gelora yang mengambang di relung hati
Membekukan kristal kepahitan hidup.
Hinaan,cercaan layakkah tuk dilontarkan pada deru ketidaktahuan,
Ambang ku tak terjejak,putih bersih sulit tuk digapai impian.
Jika musim ku berganti...
Ku mau asa kan terbang jauh mengikuti nurani suciku,
Luapan bahagia kan abadi tuk slamanya...
misteri bukan derudera,siksa,pahit,racun,bodoh,ambisi,serta khilaf.
Smoga ada matahariku...
Menyinari rapuhnya jiwa yang teriris sembilu,
Yang penuh dengan lara,terkoyak oleh bias dunia yang fana.
Ku mau hapus smua tirani jiwa yang mendamba bahagia yang hakiki,
Karena dalam sujudku, ada airmata dan asa yang gemilang.
Doa suci yang gemintang...
Berharap tirani jiwa berakhir,
Sesuai kasih sayang dan kehendak-Nya
Penentram Qalbu
" Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah-lah hati menjadi tentram" (ar-Rad(13):28)
"Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah,baik kesusahan,kesulitan,duka cita atau kesedihan dan penyakit hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dosanya." (HR. Bukhari)
"Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran,kelapangan itu bersama kesusahan dan bahwa kesulitan itu bersama kemudahan." (HR. Imam Ahmad)
"ya Tuhanku,aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan,sikap lemah,malas,kikir,penakut,himpitan hutang dan kezhaliman manusia." (HR.Bukhari)
"Barang siapa menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya,menyatukan jiwanya dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan bertekuk lutut. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai puncak cita-citanya maka Allah akan menjadikan kemiskinan berada di depan matanya,mencerai-beraikan jiwanya,dan dunia tidak datang kepadanya kecuali sebatas yang telah ditentukan untuknya." (HR.Turmudzi)
mengingat Allah-lah hati menjadi tentram" (ar-Rad(13):28)
"Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah,baik kesusahan,kesulitan,duka cita atau kesedihan dan penyakit hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dosanya." (HR. Bukhari)
"Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran,kelapangan itu bersama kesusahan dan bahwa kesulitan itu bersama kemudahan." (HR. Imam Ahmad)
"ya Tuhanku,aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan,sikap lemah,malas,kikir,penakut,himpitan hutang dan kezhaliman manusia." (HR.Bukhari)
"Barang siapa menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya,menyatukan jiwanya dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan bertekuk lutut. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai puncak cita-citanya maka Allah akan menjadikan kemiskinan berada di depan matanya,mencerai-beraikan jiwanya,dan dunia tidak datang kepadanya kecuali sebatas yang telah ditentukan untuknya." (HR.Turmudzi)
Langganan:
Postingan (Atom)